Selasa, 04 Januari 2011

ISTILAH MEDIA DALAM TELEMATIKA

Dalam perkembangannya istilah Media dalam TELEMATIKA berkembang menjadi wacana MULTIMEDIA. Hal ini membingungkan masyarakat, karena istilah Multimedia semula hanya merujuk pada kemampuan sistem komputer untuk mengolah informasi dalam berbagai medium. Suatu ambiguitas jika istilah TELEMATIKA dipahami sebagai akronim Telekomunikasi, Multimedia dan Informatika. Secara garis besar istilah Teknologi Informasi (TI), TELEMATIKA, MULTIMEDIA, maupun Information and Communication Technologies (ICT) mungkin tidak jauh berbeda maknanya, namun sebagai definisi sangat tergantung kepada lingkup dan sudut pandang pengkajiannya.
Di Indonesia perkembangan telematika mengalami tiga periode berdasarkan perkembangannya di masyarakat. pertama adalah periode rintisan belangsung pada akhir tahun 1970-an sampai akhir tahun 1980-an. Periode kedua disebut pengenalan rentang waktunya pada tahun 1990-an, dan yang terakhir adalah periode aplikasi dimulai tahun 2000.

1. Periode Rintisan
Periode Rintisan di Indonesia terhadap Timor Portugis, peristiwa Malari, Pemilu tahun 1977, pengaruh Revolusi Iran, dan ekonomi yang baru ditata pada awal pemerintahan Orde Baru, melahirkan akhir tahun 1970-an penuh dengan pembicaraan politik serta himpitan ekonomi. Sementara itu sejarah telematika mulai ditegaskan dengan digariskannya arti telematika pada tahun 1978 oleh warga Prancis. Mulai tahun 1970-an inilah Toffler menyebutnya sebagai zaman informasi. Namun demikian, perhatian yang minim dan pasokan listrik yang terbatas, Indonesia tidak cukup meningkatkan perkembangan telematika. Memasuki tahun 1980-an, perubahan secara signifikan pun jauh dari harapan. Walaupun demikian, dalam waktu satu dasawarsa, learn to use teknologi informasi, telekomunikasi, multimedia mulai dilakukan. Jaringan telepon, saluran televisi nasional, stasiun radio nasional dan internasional, dan komputer mulai dikenal di Indonesia, walaupun penggunanya masih terbatas. Kemampuan ini dilatar belakangi oleh kepemilikan satelit dan perekonomian yang meningkat dengan diberikannya penghargaan tentang swasembada pangan dari Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) kepada Indonesia pada tahun 1984. Penggunaan teknologi telematika oleh masyarakat Indonesia masih terbatas. Sarana kirim pesan seperti yang sekarang dikenal sebagi email dalam suatu group, dirintis pada tahun 1980-an Mailinglist (milis) tertua di Indonesia dibuat oleh Johny Moningka dan Jos Lukuhay, yang mengembangkan perangkat “pesan” berbasis “unix”, “ethernet”, pada tahun 1983 bersamaan dengan berdirinya internet sebagai protokol resmi di Amerika Serikat.

2. Periode pengenalan
Periode Pengenalan berawal pada tahun 1990-an, teknologi telematika sudah banyak digunakan dan masyarakat mengenalnya. Jaringan radio amatir yang jangkauannya sampai ke luar negeri marak pada awal tahun 1990. Hal ini juga merupakan efek kreativitas anak muda ketika itu, setelah dipinggirkan dari panggung politik, yang kemudian disediakan wadah baru dan dikenal sebagai Karang Taruna. Internet masuk ke Indonesia pada tahun 1994. Penggunanya tidak terbatas pada kalangan akademisi, akan tetapi sampai ke meja kantor. ISP (Internet Service Provider) pertama di Indonesia adalah IPTEKnet, dan pada tahun yang sama, beroperasi ISP komersil pertama, yaitu INDOnet. Dua tahun keterbukaan informasi ini, salahsatu dampaknya adalah mendorong kesadaran politik dan usaha dagang. Hal ini juga didukung dengan hadirnya televisi swasta nasional, seperti RCTI (Rajawali Citra Televisi) dan SCTV (Surya Citra Televisi) pada tahun 1995-1996. Teknologi telematika, seperti computer, internet, pager, handphone, teleconference, siaran radio dan televise internasional – tv kabel Indonesia, mulai dikenal oleh masyarakat Indonesia. Periode pengenalan telematika ini mengalami lonjakan pasca kerusuhan Mei 1998. Masa krisis ekonomi ternyata menggairahkan telematika di Indonesia. Sementara itu, kapasitas hardware mengalami peningkatan, ragam teknologi software terus menghasilkan yang baru, dan juga dilanjutkan mulai bergairahnya usaha pelayanan komunikasi (wartel), rental computer, dan warnet (warung internet). Kebutuhan informasi yang cepat dan tanggap dalam menyongsong tahun 2000.

3. periode Aplikasi
Periode Aplikasi Reformasi pada tahun 2000 banyak disalah artikan, gejala yang serba bebas, seakan tanpa aturan. Pembajakan software, Hp illegal, perkembangan teknologi computer, internet, dan alat komunikasi lainnya, dapat dengan mudah diperoleh, bahkan dipinggir jalan atau kios-kios kecil. Tentunya, dengan harga murah. Keterjangkauan secara financial yang ditawarkan, dan gairah dunia digital di era millenium ini, bukan hanya mampu memperkenalkannya kepada masyarakat luas, akan tetapi juga mulai dilaksanakan dan diaplikasikan. Di pihak lain, semuanya itu dapat berlangsung lancar dengan tersedianya sarana transportasi, kota-kota yang saling terhubung, dan industri telematika dalam negeri yang terus berkembang. Awal era millenium pemerintah Indonesia serius menaggapi perkembangan telematika dalam bentuk keputusan politik. Keputusan Presiden No. 50 Tahun 2000 tentang Tim Koordinasi Telematika Indonesia (TKTI), dan Instruksi Presiden No. 6 Tahun 2001 tentang Pendayagunaan Telematika. Dalam bidang yang sama, khususnya terkait dengan pengaturan dan pelaksanaan mengenai bidang usaha yang bergerak di sector telematika, diatur oleh Direktorat Jendral Aplikasi Telematika (Dirjen Aptel) yang kedudukannya berada dibawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Komunikasi dan Informasi Republik Indonesia.

Teknologi mobile phone begitu cepat pertumbuhannya. Muatannya yang mencapai 1 Gigabyte, dapat berkoneksi dengan internet juga stasiun televisi, dan teleconference melalui 3G. Teknologi computer, kini hadir dengan skala tera (1000 Gigabyte), multi processor, multislot memory, dan jaringan internet berfasilitas wireless access point. Bahkan, pada café dan kampus tertentu internet dapat diakses dengan mudah dan gratis. Terkait dengan hal tersebut, Depkominfo mencatat bahwa sepanjang tahun 2007 yang lalu, Indonesia telah mengalami pertumbuhan 48% persen terutama di sektor sellular yang mencapai 51% dan FWA yang mencapai 78% dari tahun sebelumnya. Selain itu, tingkat kepemilikan komputer pada masyarakat juga mengalami pertumbuhan sangat signifikan, mencapai 38.5 persen. Sedangkan angka pengguna Internet mencapai jumlah 2 juta pemakai atau naik sebesar 23 persen dibanding tahun 2006. Tahun 2008 ini diharapkan bisa mencapai angka pengguna 2,5 juta.

Senin, 15 November 2010

TUGAS SPK

MODEL MATEMATIKA

Bahan I II III
Semen 2 1.5 15
Karung Pasir 3 2 21.5

A. VARIABEL KEPUTUSAN
X= BANYAKNYA TIANG I
Y= BANYAKNYA TIANG II


2X+1.5Y<= 15 (7.5, 0) (0, 10)
3X+2Y<=21.5 (7.17, 0) (0, 10.75)
X, Y >= 0

B. GRAFIK PENYELESAIAN


2X+1.5Y=15 * 3 6x+4.5y=45
3X+2Y=21.5 * 2 6x+4y=43

0.5y= 2
y=2/0.5
y=4


2x+1.5*4=15
2x+6=15
2x=15-6
2x=9

x=4.5
(4.5 , 4 )


MODEL MATEMATIKA

Bahan I II III
Semen 2 1.5 15
Karung Pasir 3 2 21.5

A. VARIABEL KEPUTUSAN
X= BANYAKNYA TIANG I
Y= BANYAKNYA TIANG II


2X+1.5Y<= 15
(7.5, 0) (0, 10)
3X+2Y<=21.5 (7.17, 0) (0, 10.75)
X, Y >= 0

B. GRAFIK PENYELESAIAN


2X+1.5Y=15 * 3 6x+4.5y=45
3X+2Y=21.5 * 2 6x+4y=43

0.5y= 2
y=2/0.5
y=4


2x+1.5*4=15
2x+6=15
2x=15-6
2x=9

x=4.5
(4.5 , 4 )

Jumat, 08 Oktober 2010

Telematika

Telematika berasal dari bahasa perancis yaitu telematique yang merujuk pada bertemunya sistem dengan teknologi informasi. Teknologi informasi merujuk pada sarana prasarana, sistem dan metode untuk perolehan, pengiriman, penerimaan, pengolahan, penafsiran, penyimpanan, dan penggunaan data yang bermakna (Miarso,2007).

Fungsi dari telematika yang pertama adalah sebagai penyampai informasi, yaitu agar orang yang melakukan komunikasi menjadi berpengetahuan dari sebelumnya. Bertambahnya pengetahuan manusia akan meningkatkan keterampilan hidup, menambah kecerdasan, meningkatkan kesadaran dan wawasan. Fungsi yang kedua adalah sarana kontak hidup sosial masyarakat, yaitu interaksi sosial menimbulkan kebersamaan, keakraban, dan kesatuan yang akan melahirkan kerjasama.

Selain memiliki fungsi telematika juga memiliki peran yang sangat penting, diantaranya mengoptimalkan proses pembangunan, meningkatkan pendapatan, dan pemersatu bangsa.
Pemanfaatan telematika di bidang pendidikan sudah diterapkan seperti perpustakaan elektronik, surat elektronik, ensiklopedia,sistem distribusi bahan secara elektronis, pengelolaan sistem informasi,dan video teleconference.

Dampak dari penggunaan telematika yaitu penghematan transfortasi dan bahan bakar, menghindarkan jam-jam yang tidak produktif menjadi lebih produktif, mengembangkan konsep kegiatan tersebar secara merata ke seluruh daerah dan menyuguhkan banyak pilihan sarana telekomunikasi.

Selasa, 20 April 2010

DAFTAR PUSTAKA

Buatlah daftar pustaka, Jika ada data sebagai berikut :

1. Tahun Penerbitan : 1988

Judul Buku : Pembinaan Kemampuan Menulis Bahasa Indonesia

Penulis : Sabarti Akhadiah

Kota diterbitkan : Jakarta

Penerbit : PT. Gelora Aksara Permata

Jawab : Akhadiah, Sbarti. 1988. Pembinaan Kemampuan Menulis Bahasa Indonesia.

Jakarta : PT. Gelora Aksara Permata.

2. Tahun Penerbitan : 1999

Judul Buku : Surat Menyurat Resmi Bahasa Indonesia

Penulis : Silehan dan Soedjito

Kota diterbitkan : Bandung

Penerbit : PT. Remaja Rosdakarya

Jawab : Silehan dan Soedjito. 1999. Surat Menyurat Resmi Bahasa Indonesia. Bandung :

PT. Remaja Rosdakarya.

3. Tahun Penerbitan : 2001

Judul Buku : Tuntunan Penyusunan Karya Ilmiah, Makalah - Skripsi - Tesis- Disertasi.

Penulis : S. Sudjana

Kota diterbitkan : Bandung

Penerbit : Sinar Baru Algesindo

Jawab : Sudjana, S. 2001. Tuntunan Penyusunan Karya Ilmiah, Makalah - Skripsi - Tesis- Disertasi. Bandung : Sinar Baru Algesindo

4. Tahun Penerbitan : 1999

Judul Artikel : Bill Gates Tak Lagi Nomor Satu

Judul Majalah : Gatra

Penulis : Hatim Ilwan

Kota diterbitkan : Jakarta

Penerbit : Media Group

5. Tahun Penerbitan : 1989

Judul Buku : Pembinaan Kemampuan Penulisan Bahasa Indonesia.

Penulis : Sabarti Akhadiah, Arsjad, Maidar O, dan Ridwan . Sakura H

Kota diterbitkan : Jakarta

Penerbit : Erlangga

Jawab : Akhadiah Sabarti, Arsjad, O Maidar , dan Sakura H . Ridwan . 1989. mbinaan Kemampuan Penulisan Bahasa Indonesia. Jakarta : Erlangga.

1. Tahun Penerbitan : 1984

Judul Buku : Bimbingan Menulis Skripsi, thesis

Penulis : Sutrisno Hadi

Kota diterbitkan : Yogyakarta

Penerbit : Psikologi GAMA

2. Tahun Penerbitan : 1991

Judul Buku : Prosidang Teknik Penulisan Buku Ilmiah

Penulis : Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan

Kota diterbitkan : Jakarta

Penerbit : Departemen Pendidikan dan Kebudayaan

3. Tahun Penerbitan : 1983

Judul Buku : Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia Jilid 1

Penulis : Sultan Takdir Alisjahbana

Kota diterbitkan : Jakarta

Penerbit : Dian Rakyat

4. Tahun Penerbitan : 1995

Judul Buku : The Little Brown Compact Handbook

Penulis : Jane E. Aaron

Kota diterbitkan : New York

Penerbit : Harper Collins College Publishers

5. Tahun Penerbitan : 1974

Judul Buku : The Psychology of language : An Introduction to Psycolinguistic and Generative Grammer.

Penulis : Anonim

Kota diterbitkan : New York

Penerbit : Mc. Grow Hill Book Company

6. Tahun Penerbitan : 2007

Judul Buku : Ayo Belajar Berbahasa Indonesia

Penulis : Muhammad Darisman S.pd. dkk

Kota diterbitkan : Bogor

Penerbit : Yudhistira

7. Tahun Penerbitan : 1989

Judul Buku : Writing The Research Paper : A Handbook Edisi ke 3

Penulis : Anthony C Winkler dan Jo Ray Mc Cuen

Kota diterbitkan : New York

Penerbit : Harcout Brace Jovanovich

8. Tahun Penerbitan : 1996

Judul Buku : Kiat Menulis Artikel IPTEK Populer di Media Cetak

Penulis : Markus G Lyakto

Kota diterbitkan : Jakarta

Penerbit : PT. Gramedia Pustaka Utama

9. Tahun Penerbitan : 1991

Judul Buku : Widya Wiyata Petama Anak-Anak : Bintang Sahabat Kita

Penulis : Sabne Rocketr dan Mc Clure Steve

Kota diterbitkan : Jakarta

Penerbit : Tira Pustaka

10. Tahun Penerbitan : 1991

Judul Buku : Bahasa Indonesia Untuk Mahasiswa

Penulis : Tim FS Undip

Kota diterbitkan : Semarang

Penerbit : Universitas Diponegoro

Selasa, 06 April 2010

paragraf campuran

Globalisasi merupakan hal yang sangat mengerikan jika bisa merubah semua tatanan kehidupan dengan meninggalkan nilai-nilai luhur bangsa. Bangsa Indonesia sebagai bagian dari masyarakat internasional tidak akan terlepas dari pengaruh globalisasi. Namun, dari perubahan itu justru globalisasi juga memiliki dampak dan manfaat yang positif bagi bangsa indonesia.Oleh karena itu, bangsa indonesia harus memiliki filter untuk menangkal dampak negatif dari globalisasi. Respon bangsa Indonesia sendiri terhadap globalisasi itu adalah sebagai peluang dan tantangan. Peluang berarti setiap orang mempunyai kesempatan yang sama untuk memanfaatkan situasi ini dalam menghidupi kehidupannya dengan baik, sedangkan tantangan berarti setiap orang diberi kesempatan untuk berkompetisi dan menunjukkan kemampuannya.

Senin, 05 April 2010

Mata dan Kamera (PARAGRAF INDUKTIF)

Kalau anda gemar fotografi tentu anda mengenal dengan baik cara kerja kamera. pada dasarnya proses pembuatan foto yang dilakukan kamera sama dengan proses melihat pada mata. Pada mata, sinar yang dipantulkan oleh benda masyk melalui pupil. kemudian dengan daya akomodasinya, lensa mengarahkan sinar itu agar tepat mengenai retina.

Retina gambar itu sudah ada, hanya tinggal dicetak di otak. begitu pula dengan kamera foto, sinar masuk melalui diafragma dan difokuskan oleh lensa ke film. Gambar yang telah ditangkap film kemudian dicetak dalam kertas. Dua hal diatas “mata kemera dan mata biasa” secara umum terlihat sama, sama-sama merekam. Tapi pada dasarnya sangat berbeda. Mata kamera bersifat “rakus” atau “menelan” apa yang ada didepannya sepanjang dan selebar frame yang tersedia. Mata biasa bersifat selektif, ia hanya melihat apa yang ia ingin lihat. kesimpulannya baik mata maupun kamera tentu ada penciptanya dan masing-masing memiliki fungsi yang spesifik.